Yes, I’m a big dreamer. Aku adalah seseorang yang sangat suka bermimpi, mengkhayal,dll. Ada di saat saat tertentu rasanya ingin sekali berbagi cerita tentang mimpiku ini, tapi aku takut akan dibuat jatuh. Karena pernah sekali atau beberapa kali mungkin? Aku menceritakan mimpiku ke seseorang yang kuanggap dia bisa membuatku semangat merealisasikan mimpiku atau setidaknya dia bisa menjadi pendengar yang baik. Tapi nyatanya aku salah. Entah mimpiku yang terlalu aneh atau bagaimana, aku dianggap terlalu berkhayal. Dan itu membuatku jatuh sejatuh jatuhnya. Aku jadi sering berfikir apakah aku memang terlalu berkhahyal? Tapi menurutku itu hal yang normal. Semua orang pasti pernah berkhayal, right? Atau mungkin khayalanku terlalu tinggi? Hm, entahlah. Intinya sejak saat itu aku merasa enggan untuk menceritakan mimpiku. Sampai ketika aku merasa diriku sedang dalam titik terendah. Aku merasa semua mimpiku ini tak akan pernah terealisasikan. Aku merasa mimpiku itu hanya akan menjadi ...
"Apa yang paling kamu inginkan di dunia ini, Le?" "Hidup tenang, mungkin?" Rian berdecak mendengar jawaban teman kecilnya yang sarat akan keraguan. "Hei, yang benar saja. Mengapa jawabanmu terlihat sangat tidak meyakinkan?!" Alea mengambil napasnya sejenak sebelum kembali menjawab ucapan Rian. "Rian, Aku sendiri pun sebenarnya tidak benar-benar tahu apa yang paling aku inginkan di dunia ini." Kali ini Rian kembali berdecak mendengar jawaban Alea, sungguh menghadapi Alea yang seperti ini sangat tidak menyenangkan, tapi ini juga berawal dari dirinya bukan? Seharusnya Rian tahu mencari jawaban dari pertanyaan yang pria itu lontarkan tidaklah mudah. "Rian, apa kamu memiliki hal itu?", Alea memecah sunyi yang sempat terjadi beberapa saat. "Hal itu, apa? Hal yang paling aku inginkan maksudmu?", Rian kembali menjawab pertanyaan Alea dengan pertanyaan kembali hingga membuat wanita itu sewot, "Tentu saja, lalu apa lagi? Bukankah ...