Yes, I’m a big dreamer. Aku adalah seseorang yang sangat
suka bermimpi, mengkhayal,dll. Ada di saat saat tertentu rasanya ingin sekali
berbagi cerita tentang mimpiku ini, tapi aku takut akan dibuat jatuh. Karena pernah
sekali atau beberapa kali mungkin? Aku menceritakan mimpiku ke seseorang yang
kuanggap dia bisa membuatku semangat merealisasikan mimpiku atau setidaknya dia
bisa menjadi pendengar yang baik. Tapi nyatanya aku salah. Entah mimpiku yang
terlalu aneh atau bagaimana, aku dianggap terlalu berkhayal. Dan itu membuatku
jatuh sejatuh jatuhnya. Aku jadi sering berfikir apakah aku memang terlalu
berkhahyal? Tapi menurutku itu hal yang normal. Semua orang pasti pernah
berkhayal, right? Atau mungkin khayalanku terlalu tinggi? Hm, entahlah. Intinya
sejak saat itu aku merasa enggan untuk menceritakan mimpiku.
Sampai ketika aku merasa diriku sedang dalam titik terendah.
Aku merasa semua mimpiku ini tak akan pernah terealisasikan. Aku merasa mimpiku
itu hanya akan menjadi sebuah mimpi. Tak akan pernah menjadi nyata. Tapi ternyata
Allah masih menyayangiku. Allah mengingatkanku, memberiku petunjuk lewat sebuah
postingan seorang influencer. Postingan yang membuatku sadar, aku masih punya
Allah yang tidak akan pernah memprotes ketika mendengar mimpiku yang mungkin
terlalu tinggi.
Mimpi bukan lagi menjadi hal asing di kalangan warga bumi. Mungkin hampir sebagian besar warga bumi suka sekali bermimpi. Tak apa, itu wajar. Tapi yang tak wajar itu ketika kamu memiliki mimpi dan harapan besar tanpa mau mewujudkannya agar menjadi kenyataan.
Ada sebagian orang menganggap bermimpi itu sia-sia, membuang waktu katanya, lebih baik kerja nyata. Tapi bagiku, mimpi adalah langkah awal untuk menentukan kemana diri ini akan melangkah.
“ Hingga pada akhirnya, Allahlah satu-satunya yang mendengar impian ini dibisikkan dgn lirih melalui doa doa yg panjang. Karena hanya Tuhan kita yg tidak pernah memprotes segala impian yg berusaha kita rajut, yg selalu memberikan jawaban-Nya atas kegelisahan kita untuk berusaha dan tidak menyerah begitu saja.” – NadhiraArini
Komentar
Posting Komentar